Sudah sebulan berlalu bertahan ditengah pandemik,
cobaan dan cobaan terus bedatangan,
tapi Alhamdulillah saya tetap menghadapinya,
semoga masih diberi kekuatan untuk menjalaninya
sering sering bersyukur dengan apa yang kita punya hari ini
diluar sana mungkin banyak lebih susah,
kadang mau mengeluh tapi malu sama mereka yang berada diluar sana,
kadang saya berfikir masyarakat lebih ketakukan kelaparan dibanding virus corona,
buktinya masih banyak diluar masih menentang maut untuk tetap mencari rezki untuk
keluarga dirumahnya, jadi serba salah...
tepat sebulan lamanya saya dirumah, akhirnya kantor saya memutuskan untuk menghentikan sementara karyawannya untuk menyelamatkan dana cash kantor,
bayang kan saja tidak ada lagi gaji yang bisa diharapkan bulan ini.
jadi mesti putar otak untuk mendapat sedikit tambahan, alhamdulillah saya bisa jadi kurir sementara untuk mendapatkan uang tambahan, dan job job sampingan di dunia maya,
semoga pandemik ini segera berakhir, pandemik ini mengajarkan kepada saya bagaimana keluar dari zona nyaman, atau bisa disebut simulasi pengangguran.
gak apalah kerja serabutan dulu biar asap dapur tetap mengepul,
gak tau mau nulis apalagi, salam semuanya, semoga kita senantiasa selalu dalam lindungannya
Maha besar Allah dalam setiap keadaan.

No comments:
Post a Comment